Tampilkan postingan dengan label Artikel Keagamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Keagamaan. Tampilkan semua postingan

Umat Muslim di Indramayu Beri Minuman untuk Biksu yang Jalan Kaki dari Thailand

17.41.00


 

Warga Indramayu, Jawa Barat, membagikan minuman kepada para biksu yang berjalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah, Senin 15 Mei 2023. (Beritasatu.com/Chandra Kurnia)


Umat Muslim di Indramayu, Jawa Barat, membagikan minuman untuk 32 biksu yang berjalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (15/5/2023).

Antusiasme warga menyambut kedatangan para biksu tersebut tidak hanya datang dari yang beragama Buddha. Warga Indramayu yang mayoritas beragama Islam, memberikan dukungan kepada para biksu yang hendak melakukan perjalanan menuju Candi Borobudur.

Banyak cara yang dilakukan warga untuk mendukung para biksu. Ada yang sekadar menyapa, memberikan semangat, tetapi ada pula yang memberikan minuman.

Seperti Jay Kresna, Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), ia bersama teman-temannya memberikan minuman berupa kopi dingin hasil racikannya sendiri kepada para biksu yang hendak melakukan istirahat di salah satu SPBU di Kabupaten Indramayu.


Berawal dari informasi yang diterima bahwa akan ada rombongan biksu melintas di Jalan Pantura, Indramayu, Jay bersama rekan-rekannya tergerak untuk memberikan dukungan kepada para biksu itu.

"Saya mendengar kabar ada beberapa rombongan biksu yang datang dari Thailand dan beberapa negara, terutama Indonesia menuju Borobudur, nah kami tergerak memberikan support walau hanya sekadar kopi," ungkapnya.

Tujuan memberikan kopi itu, kata Jay, sebagai bentuk kepedulian dan toleransi antarumat beragama.

"Tujuan pemberian kopi ini sebagai salah satu wujud kepedulian dan toleransi antar agama, yang jelas kita harus sama-sama support, karena kedamaian ini harus dijunjung tinggi dalam agama kita," katanya.

Jay menjelaskan, selain dia, antusias warga Indramayu pun terlihat di sepanjang Jalan Pantura, bahkan tidak sedikit warga yang telah menyediakan tempat untuk beristirahat, ingin disinggahi oleh para biksu itu.

"Antusias warga juga sangat besar, bahkan mereka berharap bisa mampir di tempat-tempat yang telah kita siapkan," jelasnya.

Diketahui, jalan kaki yang dilakukan oleh para biksu tersebut diberi nama Internasional Thundong. Acara tersebut merupakan kegiatan ritual keagamaan dalam rangka perayaan Hari Waisak pada tanggal 4 Juni 2023 mendatang.


disadur dari 

https://www.beritasatu.com/nusantara/1044800/umat-muslim-di-indramayu-beri-minuman-untuk-biksu-yang-jalan-kaki-dari-thailand/2

untuk tambahan materi pembelajaran siswa SMAN 1 Panggang

Nyepi, Ramadan bersamaan: Momen toleransi beragama di Bali

17.34.00

 Terlepas dari perbedaannya, keduanya memiliki sejumlah nilai selaras: perdamaian, harmoni, dan pengendalian diri.

Umat Hindu mengikuti upacara ritual "Tawur Agung Kesanga," atau Upacara Penyucian Agung, yang diadakan untuk menyambut Hari Raya Nyepi, di Candi Prambanan di Yogyakarta, 21 Maret 2023


Dua agama di Indonesia merayakan hari besarnya bersamaan; ketika umat Hindu pada Rabu merayakan Nyepi, umat Islam melakukan salat Tarawih pertama untuk mengawali ibadah puasa Ramadan esok harinya. 

Bali, pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, merayakan Tahun Baru Saka 1945 yang tahun ini jatuh pada Rabu (22/3), dengan menghentikan segala aktivitas, termasuk bekerja, bepergian, yang berarti juga tidak menggunakan kendaraan, tidak menyalakan listrik, selama 24 jam hingga Kamis pagi.  

Jatuhnya perayaan besar keagamaan pada hari yang sama ini jarang terjadi mengingat bulan suci Ramadan tanggalnya bergeser setiap tahun karena mengikuti kalender Islam, demikian juga Nyepi yang umumnya jatuh pada bulan Maret namun pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya karena mengikuti kalender Saka Hindu.

Muslim, yang merupakan mayoritas penduduk di Indonesia tetapi minoritas di Bali, menjalankan salat Tarawih pada Rabu malam ini hanya di rumah atau dengan berjalan kaki menuju masjid terdekat untuk menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.

Kaum Muslimah menerima makanan dan minuman untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadan di sebuah masjid di Denpasar, Bali, 3 April 2022. [Firdia Lisnawati/AP Foto]
Kaum Muslimah menerima makanan dan minuman untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadan di sebuah masjid di Denpasar, Bali, 3 April 2022. [Firdia Lisnawati/AP Foto]

Pemerintah Daerah Bali juga mengimbau warga Muslim untuk melakukan salat Tarawih pada hari itu tanpa pengeras suara atau lampu secara terang benderang.  

Hal tersebut juga digemakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali Mahrusun Hadiono.

Kami mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan saling menghormati,” kata Mahrusun Hadiono 

Gubernur Bali I Wayan Koster menandatangani kesepakatan dengan sejumlah pimpinan lembaga keagamaan lokal bahwa usaha penyedia jasa hiburan dan akomodasi dilarang mempromosikan usahanya dengan “menjual” Nyepi.

Hari Raya Nyepi merupakan salah satu perayaan keagamaan terpenting di Bali - pulau dengan mayoritas penduduk Hindu, yang menjadi tujuan wisata utama Indonesia.

Beberapa hari sebelum hari Nyepi, umat Hindu melakukan ritual Melasti, yaitu upacara pembersihan diri dan semesta ditandai dengan penyucian perlengkapan upacara atau barang-barang keramat di sumber mata air, seperti laut atau sungai.

Tahapan berikutnya adalah Pengerupukan yang memiliki makna mengusir roh-roh jahat yang dikenal dengan istilah bhuta kala, dari lingkungan terkecil yaitu rumah, hingga ke wilayah yang lebih besar seperti di lingkup desa, yang ditandai dengan pengarakan “ogoh-ogoh”. Patung-patung dari kayu dan kertas berukuran besar yang menggambarkan kekuatan jahat ini setelah diarak akan dibakar yang menandakan dimusnahkannya hal-hal negatif dalam diri dan lingkungan guna menyambut tahun yang baru.

Malam yang penuh keriuhan sehari sebelum Nyepi itu akan sangat berbeda dengan keadaan keesokan harinya di mana Bali akan terlihat seperti pulau mati selama 24 jam, tanpa listrik, jalanan sepi, bahkan bandara internasional Bali tidak beroperasi pada hari itu.

Satu-satunya orang yang diperbolehkan berada di jalan adalah pecalang, petugas keamanan adat, untuk memastikan bahwa setiap orang mematuhi aturan Nyepi. Instansi darurat seperti rumah sakit tetap beroperasi, namun dalam skala lebih terbatas.

Saat Nyepi umat Hindu menjalankan empat larangan atau Catur Brata Penyepian sebagai alat pengendalian diri yaitu amati geni - tidak menyalakan api/listrik, simbul meredam kemarahan; amati karya - tidak bekerja; amati lelungaan - tidak bepergian, dan amati lelanguan - tidak melakukan hal yang bersifat hiburan.

Ni Putu Suaryanti, warga Denpasar, mengatakan Nyepi adalah hari istimewa, karena bisa lebih memberikan waktu untuk diri sendiri, saat di mana umat Hindu memberikan waktu pada semesta untuk membersihkan keadaan bumi itu sendiri.

“Menurut saya Nyepi adalah rangkaian upacara yang sangat istimewa karena bisa memberi ruang lebih pada hati saya untuk tenang dan damai,” kata Putu saat ditemui sehari sebelum Nyepi.

Putu telah menyiapkan persembahan untuk para dewa sebelum Nyepi dan berdoa di pura bersama keluarganya di pagi hari. Ia menunggu waktu untuk melakukan pecaruan, ritual untuk menyeimbangkan alam di sekitar rumahnya.

“Kami menyalakan api untuk menakut-nakuti bhuta kala agar tidak mengganggu kami dan Nyepi besok lancar,” ujarnya.

Nyepi berasal dari tradisi India kuno yang memperingati masa damai setelah konflik panjang di antara berbagai suku.

“Nyepi adalah waktu untuk membersihkan diri dari segala kekotoran,” kata I Wayan Suwena, dosen kajian budaya di Universitas Udayana Bali yang pernah meneliti Nyepi. “Ini juga merupakan waktu untuk menghargai alam dan sumber dayanya.”

Warga muslim Hanafi di Singaraja, Bali utara, merasakan toleransi antar warga sejak prosesi Pangerupukan dan merasa senang untuk mengikuti Tarawih dalam suasana yang berbeda tahun ini.

"Kami akan didampingi pecalang. Hanya ibu-ibu saja yang agak kerepotan mempersiapkan sahur buat besok, karena pasar tidak buka," guraunya.

Ramadan merupakan masa pembaharuan spiritual bagi umat Islam, yang meyakini bahwa Allah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad selama bulan suci tersebut.

Terlepas dari perbedaan keduanya, baik Nyepi dan Ramadan memiliki sejumlah nilai yang sama seperti perdamaian, harmoni, dan pengendalian diri, kata Suwena. “Keduanya merupakan ekspresi spiritualitas manusia yang dapat memperkaya hidup kita,” ujarnya.


diambil dari catatan Luh De Suriyani untuk tambahan pembelajaran di SMAN 1 Panggang

2023.03.22
Denpasar
sumber
https://www.benarnews.org/indonesian/berita/nyepi-ramadan-bersamaan-toleransi-beragama-di-bali-03222023121956.html










Doa Purna Tugas PNS 2019

Doa Purna Tugas PNS 2019

12.40.00

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأصحابه أجمعين

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّـنَا لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُـلْطَانِكَ

Allohumma  yaa  Alloh, saat  ini kami berkumpul di ruangan ini dalam rangka pelepasan purna tugas mitra kerja kami, sekaligus sahaabat kami, beliau yang saya hormati   Bapak Drs. Subaryadi dan bapak suyanto S. Pd.

Kami mohon, kiranya acara ini berada dalam ridho-Mu.

Allohumma yaa Alloh, tiada terasa masa bakti beliau Bapak Drs. Subaryadi dan bapak suyanto S. Pd telah berakhir pada bulan Juni 2019 ini

Allohumma yaa Alloh, kami sangat menghormati beliau, kami sangat bangga dengan beliau, kami merasa mendapat bimbingan dari beliau selama beliau mengabdi bersama-sama kami. Oleh karena itu Ya Alloh, jadikanlah acara pelepasan purna tugas ini sebagai pelepasan secara formal semata.  Jadikanlah acara pelepasan purna tugas ini sebagai perpisahan dalam makna organisatoris semata.    Biarkanlaaah   …… hati kami tetap menyatu dengan beliau.

Allohumma yaa Alloh, peliharalah persaudaraan dan kekeluargaan diantara kami dengan beliau, langgengkanlah keakraban diantara kami dengan beliau, serta jadikanlah hubungan selanjutnya, antara kami semua dengan beliau, sebagaimana hubungan kami saat ini yang penuh dengan kedamaian dan kehangatan.

Allohumma yaa Alloh, limpahkanlah kepada beliau berdua khususnya, juga kepada para purna tugas yang terlebih dahulu memasukinya, kesehatan, umur yang panjang, kehidupan yang penuh barokah, ketenangan dan kebahagiaan yang sejati. Limpahkanlah pula kepada kami segenap keluarga besar sman 1 panggang yang masih aktif, taufiq, hidayah, dan kesehatan yang prima, serta umur panjang sehingga mampu mengemban amanah melanjutkan tugas hingga akhir masa pensiun nanti.

Allohumma yaa Alloh, semoga engkau mengabulkan do’a & permohonan kami ini.                      


اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ  لَااِلٰهَ  إِلَّا  أَنْتَ  خَلَقْتَنِيْ  ,  وَأَنَا  عَبْدِكَ  وَأَنَا عَلٰى عَهْدِكَ  وَوَعْدِكَ  مَااسْتَطَعْتُ  أَعُوْذُ بِكَ  مِنْ شَرِّ مَا  صَنَعْتُ  أَبُوْءُ  لَكَ   بِنِعْمَتِكَ  عَلَيَّ  وَأَبُوْءُ  بِذَنْبِيْ   فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَ بِّكَ رَبِّ الْعِزَّ ةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Doa Pelepasan Purna Siswa Kelas XII SMA PANGGANG

07.41.00



DO’A PELEPASAN SISWA KELAS XII
TAHUN 2019

OLEH : MUHAMMAD NASHRUN FATHONI, M. Pd.


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.
 أَلــْحَمْدُِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا الشَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَ يُكَافِى مَزِيْدَهُ. يَا رَ بَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَ لِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.
أَللــّٰهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلىٰ آلهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Ya Allah, kami hanyalah seonggok daging yang Engkau beri nyawa. Engkau beri kami pendengaran, penglihatan dan hati agar kami bersyukur. Tapi ampunilah kami Ya Allah jika betapa seringnya mata kami melihat hal-hal yang salah yang tak Engkau ridhoi, betapa seringnya telinga kami ini lebih mendengarkan kata-kata yang bukan berasal dariMu, serta betapa congkak & sombongnya hati kami meski jauh dari diriMu. Ampunilah kami ya Samii’ ya Bashiir…

Jika Engkau telah tutupkan pandangan kami, jika Engkau telah tulikan pendengaran kami, jika Engkau telah matikan hati kami, betapa akan menderitanya kami tanpa ampunanMu ya Allah. Padahal nanti mata itu, kaki itu, tangan itu, dan hati itulah yang akan Engkau tanyai kelak, disaat mulut kami yang kotor ini telah Engkau kunci.

Ya Rabbi, Engkau perjalankan kami hidup di dunia ini semata-mata hanyalah untuk mengabdi kepadaMu. Kami sadar ya Allah, tiada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Engkau tunjuk kami menjadi seorang Ibu, seorang Ayah, seorang guru, seorang anak, adalah semata-mata untuk kebaikan kami. Izinkan kami memohonkan kekuatan untuk menjalani peran-peran itu. Jadikanlah kami orangtua dan guru yang ikhlas mendidik dan membimbing anak-anak kami. Jadikan setiap anak kami menjadi mutiara-mutiara tasbih pengabdian kami kepadaMu. Jadikan usaha-usaha yang kami lakukan untuk mereka menjadi bentangan sajadah kami di jalanMu. Curahkanlah di hati kami asmaMu Ya Rahman Ya Rahiim, agar anak-anak kami mendapatkan rasa kasih dan sayang selalu.


Illahi Rabbi, jalan panjang masih terbentang di depan anak-anak didik kami. Meski sebenarnya kami tidaklah tahu seberapa jauh mereka akan melangkah, tapi ya Allah, sungguh kami hanya berharap cintaMu. Mudahkanlah langkah mereka, luruskanlah jalan mereka dan lapangkanlah kehidupan ini bagi mereka nantinya. Karuniailah kami kemampuan untuk menjadikan mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Ya Allah, dekatkanlah hati kami yang sedang berkumpul di tempat ini, satu sama lain. Jadikan acara perpisahan ini sebagai awal baru bagi persaudaraan kami di hari-hari mendatang.

Yaa Allah SWT
Sekiranya perpisahan ini merupakan beban, Jangan Kau berikan beban itu
Sekiranya perpisahan ini merupakan keharusan, kuatkanlah ketabahan. Jadikanlah perpisahan ini pembelajaran kedewasaan, dan janganlah Kau jadikan sebuah pembebasan.

Yaa Ilahi….
Perpisahan yang kami alami merupakan tahap awal kehidupan, maka berikanlah kesuksesan dilangkah berikutnya. Berikanlah cinta dan rahmanmu, berikanlah kasih dan sayangmu
Ya Allah, tak layak kami meminta-minta lebih kepadaMu karena sungguh Engkau telah memberi sangat banyak kepada kami. Namun Ya Waduud, siramkanlah kesejukan di hati kami sebagai tanda Engkau mendengarkan permohonan kami.

  

اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ  لَااِلٰهَ  إِلَّا  أَنْتَ  خَلَقْتَنِيْ  ,  وَأَنَا  عَبْدِكَ  وَأَنَا عَلٰى عَهْدِكَ  وَوَعْدِكَ  مَااسْتَطَعْتُ  أَعُوْذُ بِكَ  مِنْ شَرِّ مَا  صَنَعْتُ  أَبُوْءُ  لَكَ   بِنِعْمَتِكَ  عَلَيَّ  وَأَبُوْءُ  بِذَنْبِيْ   فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ



Ikrar Syawalan

08.32.00


Bismillaahirrahmaanirrakhiim.
Asyhadu an Laa Ilaaha illa allah
Wa asyhadu anna muhammad rasulullah
Kula sedaya, warga ageng SMA NEGERI 1 PANGGANG, saha sedaya ingkang lenggah ing papan menika, kanthi ikhlasing manah, keparenga ngaturaken, ikrar halal bi halal.
Atur ingkang sepisan, dhumateng ngarsanipun, ingkang kaleres sepuh, saha ingkang kasepuhaken, kula ngaturaken, sungkem pangabekti. Dhumateng sesami-sami, kula ngaturaken, salam ta’lim. Dhumateng ingkang kaleres enem, kula ngaturaken, sih katresnan saha donga pangestu.
Atur kaping kalih, kula ngaturaken, Sugeng Riyadi Fitri 1440 Hijriah, kairing atur, taqobbalallohu minna wa minkum, taqobbal yaa kariim
Atur kaping tiga, kula ngaturaken, sedaya kalepatan kula, lampah setindak, wiraos saklimah, ingkang kasengaja, saha ingkang taksih kabatin, ingkang sedaya wau, boten pikantuk, idining syarak agami, mugi-mugi panjenengan sedaya, kersa paring pangapunten, dhumateng kula.
Kosok wangsulipun, mbok bilih panjenengan, kagungan kelepatan dhumateng kula, kula lega lila, caos pangapunten, sedaya kelepatan panjenengan, ingkang tumanduk dhumateng kula. Mugi-mugi Gusti Alloh, ngijabahi panuwun kita. Aamiin.
Alhamdulillaahi rabbil a’lamin.

Dzikir yang luar biasa

08.27.00

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab: 35)
Ringkasan beberapa manfaat dan keutamaan dzikir
Menguatkan hati dan badan, menumbuhkan cinta dan menyegarkan jiwa pelakunya. 
Menjadi cahaya bagi hati, menghidupkannya, membersihkannya dari “karat”.
Obat hati yang keras. 

Allah akan mengingat dirinya, membanggakannya di hadapan para malaikat-Nya.
Sebab Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas pelakunya. 
Menjaga diri dari melupakan Allah. Karena melupakan Allah adalah sebab penderitaan hamba, dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Menumbuhkan rasa selalu diawasi oleh Allah dan semakin dekat dengan-Nya, sehingga mendapat cinta, pembelaan, pertolongan, dan taufik-Nya.
Sebab diturunkannya rahmat, ketenangan, dan rezeki dari Allah. 
Menghapuskan kesalahan dan dosa.
Menyibukkan lisan dari kebatilan, ghibahnamimah, serta dari perkataan dusta dan keji.
Banyak berdzikir membebaskan diri dari kemunafikan.
Mengusir setan, mendesak, dan menghancurkannya.
Tumbuhan surga.
Salah satu tujuan pensyariatan amal-amal ibadah.
Merutinkan dzikir dapat menandingi sebagian keutamaan ibadah lain.  
Lebih utama daripada do’a. 

Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaan Sholat Dhuha

09.42.00

Niat shalat dhuha

Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)



Tata Cara Sholat Dhuha


Tata cara sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah pada umumnya, berikut cara shalat duha yang benar .
1.       Setelah membaca niat sholat dhuha didalam hati seperti yang telah tertulis diatas kemudian membaca takbir,
2.       Membaca doa Iftitah
3.       Membaca surat al Fatihah
4.       Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam  dan rakaat kedua surat Al Lail  
5.       Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
6.       I’tidal dan membaca bacaannya
7.       Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
8.       Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
9.       Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas 

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha


Jumlah minimal rakaat Shalat Dhuha adalah dua rakaat, sebagaimana hadits Abu Hurairah di depan. Bisa juga mengerjakan empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, atau duabelas rakaat, atau tanpa batasan, karena semuanya memiliki pijakan dari sunnah Rasulullah . (Shalatul Mukmin: 1/449, Syarh Riyadhus Shalihin, Al-Utsaimin:

Dalil Shalat Dhuha empat rakaat hingga tanpa batasan  adalah hadits Aisyah s,



عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ

Dari Aisyah s beliau berkata, “Rasulullah n shalat Dhuha empat rakaat dan menambahnya sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Muslim)




Bacaan Doa sesudah Shalat Dhuha


اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ




ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Arti bacaan doa sholat dhuha :
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.


Keutamaan dan Keistimewaan shalat Dhuha


Ada banyak Hadits Rasulullah saw yang membahas tentang keutamaan shalat Dhuha, beberapa di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:
"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge." (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: "Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu").

5. Pahala Umrah Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi)




Akhlakmu, Tak Jauh dari Perilaku Temanmu

10.26.00

SEMUA orang kaget bukan kepalang ketika tiba-tiba muncul berita sembilan orang tewas seketika setelah ditabrak oleh sebuah mobil sarat penumpang di Jakarta beberapa waktu lalu. Padahal sembilan orang itu sejatinya sudah berada di jalurnya alias trotoar.  

Setelah diselidiki ternyata sang pengemudi baru saja mengkonsumsi narkoba dan minuman keras (miras). Pengaruh narkoba menjadikannya tak mampu mengemudikan kendaraannya dengan baik, sehingga akibat narkoba itu sembilan nyawa melayang sia-sia. Kini sang pengemudi sedang mendekam dalam bui untuk mempertanggung-jawabkan kecerobohannya. Inilah peristiwa yang terjadi pada Afriyani atau dikenal “
peristiwa Xenia maut” yang menewaskan 9 orang yang terjadi  bulan Januari 2012 lalu
Akhlakmu, Tak Jauh dari Perilaku Temanmu

Akhlakmu, Tak Jauh dari Perilaku Temanmu

17.54.00
Akhlakmu, Tak Jauh dari Perilaku Temanmu



SEMUA orang kaget bukan kepalang ketika tiba-tiba muncul berita sembilan orang tewas seketika setelah ditabrak oleh sebuah mobil sarat penumpang di Jakarta beberapa waktu lalu. Padahal sembilan orang itu sejatinya sudah berada di jalurnya alias trotoar. 

Setelah diselidiki ternyata sang pengemudi baru saja mengkonsumsi narkoba dan minuman keras (miras). Pengaruh narkoba menjadikannya tak mampu mengemudikan kendaraannya dengan baik, sehingga akibat narkoba itu sembilan nyawa melayang sia-sia. Kini sang pengemudi sedang mendekam dalam bui untuk mempertanggung-jawabkan kecerobohannya. Inilah peristiwa yang terjadi pada Afriyani atau dikenal “peristiwa Xenia maut” yang menewaskan 9 orang yang terjadi  bulan Januari 2012 lalu.

Agama Temamu

Kasus ini layak untuk dijadikan pelajaran bagi semua umat Islam. Jangan sampai ada di antara keluarga kita --apalagi itu adalah putra-putri kita-- yang ikut-ikutan menjadi pengguna narkoba. Upaya deteksi dini dan pencegahan harus dilakukan secara serius dan terus-menerus. Sebab jika sudah kejadian, maka hilanglah harapan untuk masa depan yang bahagia.

Kasus “Xenia maut” menunjukkan bahwa di negeri ini pergaulan bebas kian tak terkendali. Kita sering alpa hingga lupa siapa teman dan oranng terdekat dari anak-anak kita.
   
Melihat situasi kekinian yang kian tidak menentu, utamanya soal akhlak dan keimanan nampaknya petuah dari orangtua kita zaman dulu yang dinyanyikan Emha Ainun Najib dan Opick dalam lyrix “Tombo Ati” adalah “Wong kang sholeh kumpulono” (berkumpul dengan orang-orang yang sholeh, red).

Petuah ini mengajarkan kepada kita semua,  bahwa untuk menjadi baik, kita harus berkumpul dengan orang-orang yang baik pula (sholeh). Karena akibat kebaikannya itu, secara tidak langsung akan mengajarkan sifat terpuji lainnya kepada kita.

Dengan kata lain, kalau kita ingin hati kita sehat (terbebas dari penyakit dan dosa) maka hindarilah bergaul dengan orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. 

Pepatah Arab menyatakan, “anli mar'i la tas'al, was’al an qoriinihi fainna qoriina bil muqorini yaqtadi.” (Jika ingin tahu seseorang, jangan Tanya dirinya, tetapi tanyalah temannya dan keadaan temannya).
Terjemahan bebasnya adalah, setiap teman meniru temannya. Bila kita berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka. Dan janganlah berteman dengan orang yang rendah(hina), niscaya kita akan hina bersama orang yang hina. 

Lebih dari itu Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) telah menegaskan dalam sabdanya bahwa:
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad).

Abud Darda’ berkata, di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan, teman bersama, dan teman duduknya. Sebab teman itu boleh dikatakan adalah teman akrab. Teman yang dalam perjalanan hidup nanti akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir, watak, perilaku, dan kebiasaan. Jika teman kita baik, insya Allah kita akan terkondisikan ikut baik dan sebaliknya.
Beberapa kasus terbaru yang terjadi di negeri ini cukup menjadi bukti bahwa teman yang buruk perangainya akan menjerumuskan teman dekatnya pada kebinasaan. Bayangkan saja, di usia produktif disaat seorang pemuda harusnya menata diri untuk berprestasi di masa depan, harus mendekam dalam bui. Lihat saja pengemudi penabrak sembilan pejalan kaki, ia tak sendirian, ia bersama teman-temannya.

Pertanyaannya kemudian apakah haram berteman dengan orang yang jahat?
Sejauh ada kemampuan untuk menghadapi mereka dan bisa memastikan tidak ikut kejahatannya tidak masalah.  Karena setiap umat Islam diperintahkan berdakwah terhadap mereka. Tetapi jika tidak punya kemampuan, sebaiknya perkuat dulu diri sendiri, baru orang lain. Sebab kalau kalah, maka kita yang akan terwarnai (terjerumus). Masalahnya, apakah kita yakin memiliki kemampuan pertahanan itu?

Selagi masih di dunia mari kita tingkatkan keselektifan kita dalam bergaul, utamanya pergaulan putra-putri kita. Jangan sampai mereka salah memilih teman lalu terjerumus dalam pergaulan yang negatif. Sebab bukan saja di dunia dampak buruk yang akan diterima, tetapi juga di akhirat. Oleh karena itu bertemanlah dengan orang yang mencintai Allah dan rasul-Nya, bukan yang lain.

Jangan sampai kita mengalami apa yang Allah ilustrasikan dalam ayat Al-Qur’an;

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُول

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul". Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS.25: 27 – 29).

Bahkan dalam al-Quran dikatakan, pada hari kiamat itu orang-orang yang saling berteman dalam kemaksiatan akan menjadi musuh satu sama lain karena saling mempersalahkan.

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf: 67).

Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Musa berkata:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Permisalan teman yang baik dan teman yang jelek seperti (berteman) dengan pembawa minyak wangi dan tukang pandai besi. Dan adapun (berteman) dengan pembawa minyak wangi kemungkinan dia akan memberimu, kemungkinan engkau membelinya, atau kemungkinan engkau mencium bau yang harum. Dan (berteman) dengan tukang pandai besi kemungkinan dia akan membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan bau yang tidak enak.”
Ibnu Hajar di dalam kitabnya Fathul Bari (4/324) menjelaskan: “Di dalam hadits ini terdapat larangan berteman dengan seseorang yang akan merusak agama dan dunia. Hadits ini juga mengandung anjuran agar seseorang berteman dengan orang yang akan bermanfaat bagi agama dan dunianya. Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.*
Rep: Imam Nawawi
Red: Cholis Akbar
Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

09.16.00
khutbah jumat amar makruf nahi mungkar


Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

KHUTBAH JUM’AT PERTAMA
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ, وَأَسْأَلُهُ الْمَغْفِرَةَ يَوْمَ الدِّيْنِ.وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَامَحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِاالْهُدَى وَالنُّوْرِالْمُبِيْنِ,صَلَّى اللهُ وَ عَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ
فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
قال تعالى: كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110).
Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Di hari yang penuh berkah ini, mari kita menghadapkan hati kita kepada Allah, membuka hati dan pikiran untuk sejenak menyimak nasihat khutbah yang kami harapkan dapat menambahkan ketakwaan kita kepada Allah.
Ma’asyiral muslimin jamaah salat Jumat rahimakumullah
Jika kita perhatikan dan kita amati secara sepintas saja, apa yang terjadi saat ini di tengah masyarakat muslimin, kita akan mendapatkan fenomena yang seharusnya menjadikan kita semua prihatin akan umat ini. Perhatian ini menjadikan kita mawas diri dan berusaha menjadikan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita tidak termasuk golongan mereka yang telah melampaui batas.
Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang dengan begitu mudah kita temukan di sekitar kita. Contohnya praktik kesyirikan sudah menjadi suatu yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat. Contoh lain di antara kaum muslimin sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa seseorang, tidak bisa menghargai harta orang lain, dan bahkan tidak bisa menghargai kehormatan manusia. Padahal itu semua telah dilindungi oleh Islam, dan tidak boleh diganggu. Semua itu terjadi karena mereka telah meninggalkan Agama yang hanif ini, menuruti hawa nafsu, terpedaya dan tertipu oleh bujuk rayu setan serta gemerlapnya kehidupan dunia.
Di sisi lain, di antara kaum muslimin tidak lagi memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh subur, dan sebaliknya segala bentuk kebaikan mulai terkikis dan asing di hadapan manusia. Orang-orang yang ingin selalu konsisten dan istiqamah menjalankan agama dengan benar menjadi asing di tengah masyarakatnya. Sikap keislaman yang baik terkesan batil dan begitu juga sebaliknya. Yang sunah dan sesuai dengan contoh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallamdianggap sebagai sikap beragama yang ekstrim, dan sebaliknya yang bid’ah dianggap sebagai jalan kebenaran sejati.
Semua itu adalah karena yang menjadi tolok ukur beragama adalah perasaan dan keridhaan manusia, bukan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita semua dari sikap timpang semacam ini dalam sabda beliau,
مَنِ الْتَمَسَ رِضَا الله بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ الله مُؤْنَةَ النَّاسِ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ الله وَكَلَهُ الله إِلَى النَّاسِ.
Barangsiapa yang mencari ridha Allah dengan (mengacuhkan) kebencian manusia maka Allah mencukupkannya dari beban manusia, dan barangsiapa yang mencari ridha manusia dengan (mengesampingkan) kemurkaan Allah maka Allah akan menguasakan manusia atas dirinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2414 dan dishahihkan oleh al-Albani).
Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Sebegitu hebat kemungkaran yang telah dianggap biasa di tengah masyarakat kita, sampai yang baik menjadi suatu yan dianggap aneh. Orang yang rajin salat berjamaah aneh, kaum muslimah yang mengenakan hijab sesuai syariat aneh, rajin ke tempat-tempat pengajian aneh, laki-laki muslim yang memotong pakaiannya agar tidak isbal aneh, dan semua yang sebenarnya adalah tepat sebagaimana yang diridhai Allah Subahanahu wa Ta’ala, menjadi suatu yang aneh dan asing. Maka sungguh benar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam manakala beliau bersabda,
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ، الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِيْ مِنْ سُنَّتِيْ .
Islam mulanya dianggap aneh (asing) dan akan kembali dianggap asing seperti semula. Maka kabar gembira yang besar bagi orang-orang yang dianggap aneh (asing), yaitu, orang-orang yang memperbaiki (menjalankan dengan baik) perkara-perkara sunahku yang telah dirusak orang-orang setelahku.” (HR. Ahmad dan Muslim)
Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Karenanya, merupakan tugas dan kewajiban setiap muslim untuk selalu menjaga kemurnian agama, dengan senantiasa menegakkan kebenaran dan mencegah setiap bentuk kemungkaran. Tentunya kita pernah membaca dan mendengar permisalan yang pernah disampaikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana beliau bersabda,
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ الله وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا؛ فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا.
Perumpamaan orang yang teguh dalam menjalankan hukum-hukum Allah dan orang yang terjerumus di dalamnya, adalah seperti sekelompok orang yang berada di dalam sebuah kapal, ada yang mendapatkan tempat di atas melewati orang-orang yang di atas, dan ada yang memperoleh tempat di bawah. Seadng yang di bawah jika mereka berkata, ‘Lebih baik kita melobangi tempat di bagian kita ini (bagian bawah), supaya tidak mengganggu kawan-kawan kita yang di atas.’ Rasulullah bersabda, ‘Maka jika mereka yang di atas membiarkan orang yang di bawah (melakukan hal itu), pasti binasalah semua orang yang ada di dalam perahu tersebut, namun apabila mereka mencegahnya mereka semua akan selamat’.” (HR. Al-Bukhari no. 2493).
Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Jika kita renungkan dengan dalam perumpamaan agung yang disabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ini, yaitu seorang hamba Allah yang paling mengetahui tentang keadaan umatnya, tentang sebab-sebab kemuliaan dan kerusakan yang akan terjadi pada mereka berdasarkan wahyu dari AllahSubhanahu wa Ta’ala, maka kita akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang agungnya keutamaan mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan jahat dan mungkar, yang kita kenal dalam istilah amar ma’ruf nahi munkar.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

Kalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Al-Allamah As-Sa’di mengomentari ayat ini dengan mengatakan, “Allah memuji umat ini sebagai umat yang paling baik yang Allah ciptakan untuk umat manusia. Hal itu dikarenakan Allah menyempurnakan Iman bagi diri mereka, yang dengan iman itu mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah, dan menyempurnakan mereka untuk orang lain dengan amar ma’ruf dan nahi munkar, yang mencakup mendakwahi manusia untuk kembali kepada Allah. Dengan inilah maka umat Islam ini adalah umat terbaik.” Dan sebaliknya Allah melaknat orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab, karena mereka membiarkan kemungkaran terjadi di tengah mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِى إِسْرَاءِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ {78} كَانُوا لاَيَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Telah dilaknat orang-orang kafir dari bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama ain tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selali mereka perbuat itu.” (Al-Ma’idah: 78-79)
Ini menunjukkan bahwa membiarkan kemungkaran dan kemaksiatan adalah salah satu sifat orang-orang yang dilaknat Allah.
Al-Allamah As-Sa’di berkata, setelah menafsirkan ayat ini,
“Hal itu (perbuatan mereka yang diam terhadap kemungkaran) menunjukkan sikap meremehkan perintah Allah dan bahwasanya berbuat maksiat kepada-Nya adalah suatu yang ringan bagi mereka. Seandainya mereka memiliki rasa pengagungan kepada Rab mereka, niscaya mereka tidak akan menabrak hal-hal yang diharamkan Allah, dan niscaya mereka tidak akan menyukai terhadap sesuatu yang diharamkan Alah. Dan sesungguhnya diam terhadap kemungkaran –padahal mampu untuk merubahnya- adalah sikap yang mendatangkan hukuman; karena mendiamkan kemungkaran akan menimbulkan kerusakan-kerusakan yang besar:
Di antaranya, hal itu menunjukkan sikap meremehkan dan menganggap enteng kemaksiatan. Demikian juga hal itu akan menumbukan keberanian bagi orang-orang yang gemar melakukan maksiat dan orang-orang fasik untuk semakin berani melakukan maksiat, bahkan secara terang-terangan.
Apabila kemungkaran dibiarkan, maka ilmu Agama akan semakin redup di tengah masyarakat dan kejahilan justru akan semakin merajalela, karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dilakukan orang, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap itu semua sebagai suatu yang bukan maksiat.
Mendiamkan maksiat boleh jadi akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang bagus dalam pandangan masyarakat luas, sehingga sebagian masyarakat akan meniru perbuatan pelaku maksiat karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bagus.” (Dikutip dari Tafsir as-Sa’di secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran: 78-79).
Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar adalah kewaijban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. amar ma’ruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Kita harus senantiasa ingat bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya. Perhatikan Firman-Nya berikut ini,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)
Lebih dari itu, amar m’aruf nahi munkar adalah salah satu di antara sifat-sifat asasi seorang mukmin sejati, dan karenanya Allah menjanjikan rahmat bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman,
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلاَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمُُ
Dan orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah sesungguhnya Allah Maha Perkasa  lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)
بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا الله مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ الله لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ
KHUTBAH JUM’AT KEDUA
الْحَمْدُ ِللهِ وَكَفَى,وَسَلَّمَ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِيْ اصْطَفَى,أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ فِيْ اْلأَخِرَةِ وَاْلأُوْلَى ,وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ,صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًاكَثِيْرًا
Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Kepedulian kita untuk merubah kemungkaran, adalah salah satu di antara barometer keimanan kita. Coba kita simak dengan baik sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,
Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ الله فِي أُمَّةٍ قَبْلِيْ إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّوْنَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُوْنَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُوْنَ بِأَمْرِهِ، ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوْفٌ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ وَيَفْعَلُوْنَ مَا لَا يُؤْمَرُوْنَ؛ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ، فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ،ِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذلك مِنَ الْإِيْمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ.
Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah sebelumku, melainkan dia memiliki para pembela yang setia dan sahabat-sahabat yang mengikuti sunahnya dan mengikuti perintahnya, kemudian setelah itu datanglah orang-orang yang mengatakan apa yang tidak mereka perbuat, dan justru melakukan apa yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka barangsiapa yang memerangi mereka dengan tangannya, aka dia adalah seorang Mukmin, barangsiapa yang memerangi mereka dengan lisannya, maka dia juga seorang mukmin, dan barangispa yang memerangi mereka dengna hatinya, maka dia juga seorang Mukmin, dan tidak ada iman yang lebih rendah dari itu meskipun sebesar biji sawi.” (HR. Muslim no. 50)
Kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan bashirah, kekuatan hati, kekuatan ilmu, kekuatan lisan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, yang ma’ruf dan yang mungkar, kemudian kita bersama-sama menegakkan yang ma’ruf dan memberantas segala bentuk kemungkaran dan kebatilan. Dengan harapan semoga Allah menggolongkan kita sebagai mukmin sejati, melimpahkan rahmat bagi kita, dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيْ, يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Download Naskah Khutbah Jumat